"Pamer" Aktivitas Membaca Pada Anak

Juli 15, 2019
Ditulis oleh Rafif Amir



Stephen Covey dalam bukunya "The 7 Habits of Highly Effective Families" mengatakan, "Saya membaca sebuah riset yang menunjukkan bahwa alasan nomor satu mengapa anak-anak enggan membaca, adalah karena mereka tidak melihat ayah mereka membaca."

Covey bercerita, bahwa anaknya pernah bertanya, "Kapan ayah membaca?" Ia dibuat terkejut oleh pertanyaan itu, sebab memang, meski ia membaca 3-4 buku setiap minggu, ia hampir selalu membaca ketika sendirian. Jika sedang bersama keluarga dan anak-anak, ia tidak membaca.

Dari hasil riset yang dilaporkan Dale Johnson dalam Reading Research Quarterly itu, menunjukkan betapa anak-anak butuh keteladanan agar bersemangat membaca buku. Peran orangtua sangat dominan. Membaca buku di depan anak-anak adalah sarana "iklan" paling jitu untuk menunjukkan betapa asyiknya membaca. 

Ketika anak pertama saya, Safa, masih berusia sekitar 2 tahun, saya dibuat kaget oleh celotehannya, saat ditanya tentang cita-cita. "Aku ingin jadi buku," katanya. Mungkin karena yang ia lihat sepanjang waktu, selain ayah dan ibunya, adalah buku-buku. Ia juga sering melihat saya membaca buku, ia pun senang saat dibacakan cerita dari buku. Maka sampai sekarang, membaca menjadi menu harian yang tak terlewatkan baginya. Sampai-sampai mau ke pengajian pun, ingin bawa buku. 

Orangtua, terutama ayah, adalah orang pertama yang harus memberi contoh kepada anaknya, jika memang ia ingin anaknya gemar membaca. Tidak cukup hanya membelikannya buku-buku tebal, berjilid-jilid, warna-warni, harga mahal, lantas sudah merasa selesai tugasnya. Belum. Buku-buku itu hanya akan menjadi tumpukan tak berarti jika anak malas membaca. Dan mereka malas membaca karena ayahnya tidak membaca. 

Tak ada salahnya, saat liburan dan berkumpul bersama keluarga, sediakan waktu sejenak untuk membaca buku bersama-sama. Atau mampir ke toko buku dan membolak-balik beberapa halaman untuk "dipamerkan" kepada anak-anak. 

Jika membeli buku untuk anak-anak, jangan lupa beli buku juga untuk diri sendiri. Ingin anak pintar dan luas ilmunya dengan membaca, orangtua pun mestinya jangan mau kalah. Membaca, belajar, menimba ilmu tidak dibatasi usia, bukan?

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.